BPBD Kukar Selenggarakan Webinar “Merajut Asa yang Hilang: Trauma Healing dalam Cahaya Iman”

Tenggarong, 26 Juni 2026 – BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi menyelenggarakan webinar bertajuk “Merajut Asa yang Hilang: Trauma Healing dalam Cahaya Iman” pada Jumat, 26 Juni 2026, secara daring melalui platform Zoom. Kegiatan berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WITA dan diikuti oleh peserta dari berbagai perangkat daerah serta masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pemulihan psikososial pascabencana.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Sigit Imam Prasetyo, SH, selaku Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara, sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemulihan kondisi psikologis dan spiritual bagi penyintas bencana.

Acara dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Aspianur Sandi, S.STP, Sekretaris BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara, yang mewakili Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara, Setianto Nugroho Aji, SH., M.Si. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik dan infrastruktur, tetapi juga mencakup aspek psikososial agar para penyintas dapat kembali menjalani kehidupan dengan optimisme dan semangat baru.

Materi webinar disampaikan oleh Ahmad Nurkhalish, S.Sos., M.Si, yang mengulas pentingnya pendekatan trauma healing melalui penguatan nilai-nilai keimanan sebagai salah satu bentuk dukungan psikososial bagi individu maupun masyarakat terdampak bencana. Peserta juga diajak memahami berbagai metode pendampingan yang dapat membantu proses pemulihan mental dan emosional secara berkelanjutan.

Kegiatan dipandu oleh Kesaktianti Octaria Pramudisa, S.Kom sebagai pembawa acara (MC), dengan Muhammad Dori Pahlepi bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi dan sesi tanya jawab.

Melalui webinar ini, BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara berharap wawasan mengenai pemulihan psikososial pascabencana semakin meningkat, sehingga seluruh pihak dapat berperan aktif dalam mendukung proses rehabilitasi yang tidak hanya membangun kembali sarana dan prasarana, tetapi juga memulihkan harapan, semangat, serta ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko bencana di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *