Kutai Kartanegara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara menghadiri kegiatan Penguatan Teknis Instrumen Evaluasi Kota Layak Anak yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Timur pada 16 April 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kapasitas teknis dalam pengisian instrumen evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), sekaligus mengidentifikasi berbagai permasalahan dan hambatan yang dihadapi daerah dalam pemenuhan indikator tersebut.
Acara dibuka oleh Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Timur, Hj. Aulia Novita. Dalam sambutannya disampaikan bahwa data memiliki peran penting dalam perencanaan pembangunan. “Data bukan sekadar angka, tetapi merupakan cerita tentang masa depan anak-anak kita. Data kosong berarti masalah yang tidak terlihat, sehingga perencanaan menjadi tidak tepat sasaran,” ujarnya.
Kabupaten/Kota Layak Anak sendiri merupakan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak serta perlindungan khusus anak secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari beberapa kabupaten, yakni Kabupaten Berau, Kabupaten Mahakam Ulu, Kabupaten Kutai Barat, dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Saat ini, nilai evaluasi Kota Layak Anak Kabupaten Kutai Kartanegara telah mencapai 98,51 persen.
Dalam kesempatan tersebut, BPBD Kutai Kartanegara juga melaporkan kontribusinya dalam mendukung indikator KLA, antara lain melalui penyediaan early warning system, tenda darurat, serta penyerahan perlengkapan bayi yang dibuktikan dengan berita acara serah terima.
Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya partisipasi anak dalam pembangunan. Anak didorong untuk menyampaikan pandangan mereka secara sadar dan sesuai dengan harkat martabat kemanusiaan. Partisipasi ini bertujuan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara fisik, mental, maupun sosial, serta mampu menghadapi tantangan di masa depan.
Sumber: M. Dori Pahlepi
