{"id":1056,"date":"2025-10-23T11:02:59","date_gmt":"2025-10-23T03:02:59","guid":{"rendered":"https:\/\/bpbd.kukarkab.go.id\/?p=1056"},"modified":"2025-10-23T11:02:59","modified_gmt":"2025-10-23T03:02:59","slug":"bpbd-kutai-kartanegara-gelar-fgd-penyusunan-dokumen-kajian-risiko-bencana-2026-2030","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bpbd.kukarkab.go.id\/index.php\/2025\/10\/23\/bpbd-kutai-kartanegara-gelar-fgd-penyusunan-dokumen-kajian-risiko-bencana-2026-2030\/","title":{"rendered":"BPBD Kutai Kartanegara Gelar FGD Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana 2026\u20132030"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-video\"><video height=\"1080\" style=\"aspect-ratio: 1920 \/ 1080;\" width=\"1920\" controls src=\"https:\/\/bpbd.kukarkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/FGD-KRB-Berita-web.mp4\"><\/video><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>TENGGARONG<\/strong> \u2013 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar <strong>Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026\u20132030<\/strong>, pada Rabu (22\/10\/2025) di Ruang Rapat RM Tepian Pandan, Tenggarong.<br>Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai instansi pemerintah daerah, lembaga vertikal, serta unsur terkait yang berperan dalam penanggulangan bencana di wilayah Kutai Kartanegara.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perkuat Sinergi dalam Mitigasi Bencana<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kepala Pelaksana BPBD Kutai Kartanegara, <strong>Setianto Nugroho Aji, SH., M.Si<\/strong>, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penyusunan dokumen KRB baru yang akan berlaku hingga tahun 2030.<br>\u201cDokumen ini menjadi dasar penting dalam penyusunan rencana penanggulangan bencana daerah, agar upaya mitigasi dan kesiapsiagaan dapat dilakukan secara terarah dan berbasis data,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menambahkan bahwa bencana seperti <strong>banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, tanah longsor, dan cuaca ekstrem<\/strong> masih menjadi potensi risiko utama di Kutai Kartanegara. Oleh karena itu, diperlukan data dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat langkah pencegahan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kolaborasi Lintas Instansi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Perwakilan <strong>BPBD Provinsi Kalimantan Timur<\/strong> mengapresiasi langkah BPBD Kukar yang proaktif dalam memperbarui dokumen KRB. Ia menekankan pentingnya kerja sama seluruh OPD dalam menyediakan data yang akurat untuk mendukung penyusunan dokumen tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, <strong>Bappeda Kutai Kartanegara<\/strong> menyoroti bahwa dokumen KRB memiliki nilai strategis karena menjadi acuan bagi penyusunan rencana pembangunan daerah dan tata ruang wilayah.<br>\u201cDokumen KRB harus selaras dengan arah pembangunan dan perencanaan daerah agar langkah mitigasi bencana dapat berjalan efektif,\u201d ujar perwakilan Bappeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Dukungan juga datang dari <strong>BMKG<\/strong>, <strong>Dinas Kesehatan<\/strong>, <strong>Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan<\/strong>, <strong>PDAM<\/strong>, dan <strong>instansi terkait lainnya<\/strong>, yang siap berkolaborasi dalam penyediaan data iklim, lingkungan, serta dukungan teknis lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Harapan Bersama<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Melalui kegiatan FGD ini, BPBD Kutai Kartanegara berharap penyusunan <strong>Dokumen Kajian Risiko Bencana 2026\u20132030<\/strong> dapat berjalan tepat waktu dan menghasilkan peta risiko yang komprehensif hingga tingkat kecamatan dan desa.<br>\u201cDengan dokumen ini, diharapkan seluruh perangkat daerah memiliki pedoman yang sama dalam membangun Kutai Kartanegara yang lebih tangguh terhadap bencana,\u201d tutup Setianto.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TENGGARONG \u2013 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2026\u20132030, pada Rabu (22\/10\/2025) di Ruang Rapat RM&hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1057,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1056","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bpbd.kukarkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1056","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bpbd.kukarkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bpbd.kukarkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bpbd.kukarkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bpbd.kukarkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1056"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bpbd.kukarkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1056\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1059,"href":"https:\/\/bpbd.kukarkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1056\/revisions\/1059"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bpbd.kukarkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1057"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bpbd.kukarkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1056"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bpbd.kukarkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1056"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bpbd.kukarkab.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1056"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}