Kutai Kartanegara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (BPBD Kukar) melakukan peninjauan lapangan bencana longsor di RT 13 Desa Santan Ulu, kawasan Sungai Panggul dan Sungai Santan. Longsor terjadi di tiga titik jalan desa yang merupakan akses utama masyarakat menuju area perkebunan dan pertanian.
Akibat longsor tersebut, akses kendaraan roda dua masih dapat dilalui, sementara kendaraan roda empat belum bisa melintas. Dua jembatan di Sungai Panggul dilaporkan putus akibat gorong-gorong tertutup material longsor. Kerusakan jembatan ini telah terjadi berulang kali dan sejauh ini ditangani secara swadaya oleh warga melalui gotong royong dengan material seadanya.
Saat hujan deras, kawasan Sungai Panggul juga berpotensi mengalami banjir kiriman dari Desa Sebuntal dan wilayah Gunung Menangis, dengan genangan berlangsung hingga dua hari. Warga mengeluhkan lumpur tebal pasca banjir serta kondisi jembatan sementara yang rawan, ditambah adanya ancaman satwa buaya di sekitar sungai.
Selain RT 13, berdasarkan informasi pemerintah desa, longsor juga dilaporkan terjadi di RT 15, RT 4, RT 8, dan RT 20 di wilayah Sungai Santan. Pemerintah desa bersama BPBD Kukar telah berkoordinasi untuk pendataan warga terdampak secara by name by address sebagai dasar penanganan lanjutan.
Sumber : Bidang rehabilitasi dan rekonstruksi BPBD Kukar
